Manfaat buah bit yang paling kuat didukung penelitian adalah membantu menurunkan tekanan darah. Sebuah meta-analisis (gabungan hasil banyak penelitian) terhadap 22 uji acak menemukan bahwa jus bit menurunkan tekanan sistolik (angka atas) rata-rata 3,55 mmHg dan tekanan diastolik (angka bawah) 1,32 mmHg dibanding kelompok kontrol (Advances in Nutrition, 2017). Satuan mmHg adalah milimeter air raksa, ukuran standar tekanan darah. Angkanya tampak kecil, tetapi berarti untuk jantung dalam jangka panjang. Di luar itu, bit rendah kalori, mengandung serat, dan kaya pigmen antioksidan. Kami di Herbal Bit merangkum risetnya supaya Anda tahu mana manfaat yang punya data, mana yang baru sebatas potensi, dan siapa yang perlu berhati-hati.
Apa saja kandungan gizi buah bit?
Secara botani, yang kita makan sebenarnya umbi akar, bukan buah. Istilah “umbi bit” lebih tepat, tetapi “buah bit” sudah telanjur populer sehingga artikel ini memakai keduanya.
Menurut Tabel Komposisi Pangan Indonesia 2017, 100 gram bit mengandung air 87,6 g, energi 41 kkal, protein 1,6 g, lemak 0,1 g, karbohidrat 9,6 g, kalsium 27 mg, fosfor 43 mg, besi 1 mg, dan vitamin C 10 mg (dikutip dalam repositori Poltekkes Medan). Artinya bit ringan di kalori tetapi tetap mengenyangkan.
Dua senyawa menjadi bintangnya. Pertama, nitrat, senyawa alami yang juga ada di sayuran hijau. Kedua, betalain, pigmen yang memberi warna merah pekat dan bersifat antioksidan, yaitu zat yang membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.
Apa manfaat buah bit untuk tekanan darah?
Bagaimana cara kerjanya?
Setelah dikonsumsi, nitrat diubah tubuh menjadi nitrat oksida, senyawa yang melemaskan dan melebarkan pembuluh darah. Pembuluh yang lebih lebar membuat darah mengalir lebih lancar sehingga tekanannya cenderung turun.
Seberapa besar efeknya?
Kembali ke meta-analisis 2017 tadi, efeknya lebih besar pada konsumsi jangka lebih panjang. Pada studi yang berlangsung 14 hari atau lebih, tekanan sistolik turun 5,11 mmHg, sedangkan pada studi yang lebih singkat hanya 2,67 mmHg (Advances in Nutrition, 2017). Para penulisnya menyimpulkan: “Our results demonstrate the blood pressure–lowering effects of beetroot juice.”
Bagaimana dengan penderita hipertensi (tekanan darah tinggi)? Tinjauan sistematis tahun 2022 yang mencakup 7 studi dan 218 partisipan menemukan penurunan tekanan sistolik 4,95 mmHg. Tekanan diastoliknya tidak turun bermakna (−0,90 mmHg). Kesimpulan para penulisnya: nitrat dari jus bit “reduces SBP, but not DBP in patients with arterial hypertension” (Frontiers in Nutrition, 2022). SBP dan DBP adalah singkatan tekanan sistolik dan diastolik.
Pesan praktisnya: bit membantu, tetapi efeknya moderat. Bit bukan pengganti obat antihipertensi, dan Anda tidak boleh menghentikan obat dari dokter karena rutin minum jus bit.
Apakah bit membantu stamina saat olahraga?
Mungkin, tetapi buktinya tidak sebulat soal tekanan darah. Meta-analisis terhadap 17 studi menemukan manfaat sedang pada uji time-to-exhaustion (lama bertahan sampai kelelahan) dengan effect size 0,79. Pada uji time trial (menyelesaikan jarak tertentu secepat mungkin), hasilnya tidak bermakna secara statistik (Int J Sport Nutr Exerc Metab, 2013). Para penulisnya sendiri mengakui bahwa “More data are required to clarify the effect of nitrate supplementation.”
Manfaatnya lebih sering terlihat pada orang yang tidak terlatih atau berolahraga rekreasi, dan ketika nitrat dikonsumsi beberapa hari berturut-turut. Jadi jangan berharap jus bit mengubah Anda jadi atlet dalam semalam.
10 manfaat buah bit sekilas
Berikut ringkasan beserta tingkat buktinya:
- Membantu menurunkan tekanan darah: bukti terkuat.
- Mendukung kesehatan jantung: sebagian lewat penurunan tekanan darah.
- Menunjang stamina olahraga: bukti beragam.
- Sumber antioksidan betalain: dukungan awal.
- Menyumbang serat untuk kelancaran pencernaan.
- Rendah kalori, cocok untuk pola makan terjaga.
- Sumber folat, vitamin B yang berperan pada pembentukan sel darah merah.
- Sumber kalium, mineral untuk keseimbangan cairan dan fungsi otot.
- Potensi antiinflamasi (melawan peradangan): studi awal.
- Potensi mendukung fungsi kognitif: baru dari studi berskala kecil (IDN Times merangkum).
Poin 4, 9, dan 10 adalah potensi, belum bukti pasti.
Cara konsumsi yang paling masuk akal
Jus bit praktis dan nitratnya tinggi, tetapi ampasnya biasanya terbuang sehingga serat ikut berkurang. Jika rutin minum sari bit, imbangi dengan makanan berserat lain. Memasaknya juga berpengaruh. Panas tinggi dapat merusak betalain, jadi mengukus lebih aman daripada merebus lama. Bit mentah yang diparut tipis juga bisa dicampur ke salad.
Satu hal yang sering luput saat orang mulai rutin minum jus bit adalah takarannya. Mulailah dari porsi kecil dan perhatikan respons tubuh. Prinsip ini sejalan dengan cara Herbal Bit memandang bit: sebagai pelengkap pola makan seimbang, bukan obat.
Yang sering disalahpahami tentang bit
Bit bukan penambah darah andalan. Warna merahnya berasal dari betalain, bukan zat besi. Kandungan besinya sekitar 1 mg per 100 gram, dan itu zat besi nonheme yang penyerapannya kurang efisien dibanding zat besi dari daging. Bit bisa jadi bagian menu, tetapi bukan terapi anemia.
Urin atau tinja kemerahan umumnya tidak berbahaya. Kondisi ini bernama beeturia dan dialami sekitar 10 sampai 14 persen orang setelah makan bit (Medical News Today). Namun, bila urin merah menetap atau disertai nyeri, periksakan ke dokter.
Bit tinggi oksalat. Oksalat adalah senyawa yang dapat memicu batu ginjal kalsium oksalat pada orang yang rentan. Jika Anda punya riwayat batu ginjal, konsultasikan dulu.
FAQ
Apakah bit bisa menyembuhkan anemia?
Tidak. Besinya sedikit dan sulit diserap. Anemia perlu pemeriksaan dan penanganan dokter.
Amankah bit untuk ibu hamil?
Satu penelitian kecil di Poltekkes Semarang (2025) pada ibu hamil hipertensi tidak menemukan kenaikan bermakna kadar urea dan kreatinin setelah 28 hari konsumsi ekstrak bit (Jurnal Sains Kebidanan). Skalanya kecil, jadi tetap konsultasikan dengan dokter atau bidan.
Lebih baik jus, direbus, atau mentah?
Tidak ada yang mutlak terbaik. Jus unggul praktis dan kaya nitrat, tetapi seratnya berkurang. Dikukus menjaga lebih banyak nutrisi dibanding direbus lama.
Siapa yang sebaiknya membatasi bit?
Orang dengan riwayat batu ginjal kalsium oksalat, penyakit ginjal, atau yang sedang memakai obat tekanan darah perlu bicara dulu dengan dokter.
Kesimpulan
Bit punya satu manfaat yang kuat didukung data, yaitu membantu menurunkan tekanan darah, dengan efek moderat sekitar 3 sampai 5 mmHg. Manfaat lainnya masih perlu penelitian lebih lanjut. Jadikan bit bagian dari pola makan beragam, bukan jalan pintas. Jika Anda ingin mulai mengenal olahan bit yang praktis, kunjungi Herbal Bit.


